FORUM KOMUNIKASI P4S KABUPATEN BOJONEGORO JAWA TIMUR TAHUN 2025

Jumat, 09 Oktober 2026

10 Unid Alat Sensor Birahi Sapi Betina Terpasang di Ustan Mandiri

fkp4sbojonegoro

Efisiensi Reproduksi kini menjadai kunci utama dalam mendongkrak produktifitas sektor peternakan nasional. Salah satu tantangan

Terbesar yang kerap dihadapi peternak sapi potong adalah keterlambatan dalam mendeteksi masa subur atau fases birahi ( estrus) pada sapi betina.jika momentum emas ini terlewat, peternak harus menunggu siklus berikutnya 21 hari kemudian yang berarti pembengkakan biaya pakan dan operasional.

Guna untuk mengatasi persoalan klasik tersebut, BRMP Ruminansia Besar Grati Pasuruan Jumat 9 Oktober 2026 telah memasang 10 unid alat sensor birahi sapi betina di KTT Ustan Mandiri, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, jawa Timur.

Program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri merupakan upaya pemanfaatan teknologi sensor untuk membantu peternak dalam melakukan pemantauan dan deteksi birahi pada sapi secara lebih mudah, efisien, dan terarah. Program ini dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung pengamatan birahi yang selama ini banyak mengandalkan pengamatan langsung oleh peternak.

Melalui pemanfaatan sensor yang menganalisis pola aktivitas dan perilaku sapi, sistem diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku yang mengindikasikan terjadinya birahi. Hasil deteksi tersebut selanjutnya disampaikan kepada peternak melalui peringatan berupa alarm sehingga peternak dapat segera melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Tujuan dari program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri tersebut dengan tujuan, membantu peternak dalam memantau aktivitas dan perilaku sapi sebagai dasar pendeteksian birahi.mempermudah proses pengamatan birahi melalui pemanfaatan teknologi sensor yang bekerja secara otomatis.memberikan peringatan dini kepada peternak melalui alarm ketika sistem mendeteksi indikasi birahi pada sapi.mendukung ketepatan penentuan waktu perkawinan atau inseminasi buatan (IB) melalui pengamatan birahi yang lebih terarah.mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan reproduksi ternak untuk mendukung peningkatan efisiensi usaha peternakan.

Sensor birahi bekerja dengan menganalisis basis data aktivitas dan perilaku sapi yang dikumpulkan melalui sensor. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengenali pola aktivitas sapi dan mengidentifikasi perubahan yang berpotensi menunjukkan kondisi birahi.

Melalui program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri, diharapkan tercipta solusi teknologi yang dapat membantu peternak melakukan pemantauan birahi secara lebih praktis dan sistematis. Pengembangan dan evaluasi alat secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan keandalan deteksi sehingga teknologi ini berpotensi diterapkan secara lebih luas sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peternakan.

Ke depan, pemanfaatan teknologi sensor ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pengelolaan reproduksi sapi, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh peternak, serta berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha peternakan.

Tidak ada komentar:

10 Unid Alat Sensor Birahi Sapi Betina Terpasang di Ustan Mandiri

Efisiensi Reproduksi kini menjadai kunci utama dalam mendongkrak produktifitas sektor peternakan nasional. Salah satu tantangan Terbesar y...