Efisiensi Reproduksi kini menjadai kunci utama dalam mendongkrak
produktifitas sektor peternakan nasional. Salah satu tantangan
Terbesar yang kerap dihadapi peternak sapi potong adalah keterlambatan
dalam mendeteksi masa subur atau fases birahi ( estrus) pada sapi betina.jika
momentum emas ini terlewat, peternak harus menunggu siklus berikutnya 21 hari
kemudian yang berarti pembengkakan biaya pakan dan operasional.
Guna untuk mengatasi persoalan klasik tersebut, BRMP Ruminansia Besar
Grati Pasuruan Jumat 9 Oktober 2026 telah memasang 10 unid alat sensor birahi sapi betina di KTT
Ustan Mandiri, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, jawa
Timur.
Program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri merupakan upaya pemanfaatan
teknologi sensor untuk membantu peternak dalam melakukan pemantauan dan deteksi
birahi pada sapi secara lebih mudah, efisien, dan terarah. Program ini
dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung pengamatan birahi
yang selama ini banyak mengandalkan pengamatan langsung oleh peternak.
Melalui pemanfaatan sensor yang menganalisis pola aktivitas dan perilaku
sapi, sistem diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku yang
mengindikasikan terjadinya birahi. Hasil deteksi tersebut selanjutnya
disampaikan kepada peternak melalui peringatan berupa alarm sehingga peternak
dapat segera melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang
diperlukan.
Tujuan dari program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri tersebut dengan
tujuan, membantu peternak dalam memantau aktivitas dan perilaku sapi sebagai
dasar pendeteksian birahi.mempermudah proses pengamatan birahi melalui
pemanfaatan teknologi sensor yang bekerja secara otomatis.memberikan peringatan
dini kepada peternak melalui alarm ketika sistem mendeteksi indikasi birahi
pada sapi.mendukung ketepatan penentuan waktu perkawinan atau inseminasi buatan
(IB) melalui pengamatan birahi yang lebih terarah.mendorong pemanfaatan
teknologi dalam pengelolaan reproduksi ternak untuk mendukung peningkatan
efisiensi usaha peternakan.
Sensor birahi bekerja dengan menganalisis basis data aktivitas dan
perilaku sapi yang dikumpulkan melalui sensor. Data tersebut digunakan sebagai
dasar untuk mengenali pola aktivitas sapi dan mengidentifikasi perubahan yang
berpotensi menunjukkan kondisi birahi.
Melalui program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri, diharapkan tercipta
solusi teknologi yang dapat membantu peternak melakukan pemantauan birahi
secara lebih praktis dan sistematis. Pengembangan dan evaluasi alat secara
berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan keandalan deteksi sehingga
teknologi ini berpotensi diterapkan secara lebih luas sesuai dengan kebutuhan
dan kondisi peternakan.
Ke depan, pemanfaatan teknologi sensor ini diharapkan dapat menjadi
bagian dari upaya modernisasi pengelolaan reproduksi sapi, mendukung
pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh peternak, serta berkontribusi
terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha peternakan.







