FORUM KOMUNIKASI P4S KABUPATEN BOJONEGORO JAWA TIMUR TAHUN 2025

Kamis, 05 November 2026

Tingkatkan SDM Petani, Ketua FK Jatim Dorong P4S Berperan Aktif Sebagai Penyuluh Swadaya

fkp4sbojonegoro

Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan rutin tiga bulan volume yang ke- 29 di Situbondo. Untuk mengukur efektivitas program kerja yang telah berjalan seperti pelatihan dan permagangan di setiap P4S se- jawa timur, serta merumuskan setrategi percepatan target kegiatan untuk pereode berikutnya.

Kamis, 5 november 2026, Pertemuan tribulan volume ke- 29 tersebut bertempat di P4S Murtajaya  Desa Juglangan, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo mengangkat tema " pembahasan peran P4S sebagai penyuluh swadaya dalam meningkatkan SDM para Petani ".

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Nurul Qomariyah, melalaui ketua kelompok subtansi program, Astutiningsih, menyampaikan bahwa kualitas SDM merupakan  salah satu faktor penentu keberhasilan dalam pembangunan pertanian.

·       Di tempat yang sama, ketua  FK P4S Jawa timur, Tarwa Mustopa, mengatakan ada  273 P4S di jawa timur yang telah terklasifikasi oleh BBPP Ketindan. Dari data tersebut  menjadi peluang besar bagi P4S untuk menjadi tempat pelatihan dan permagangan, melainkan pusat pembelajaran yang mengedapkan prinsip dari petani oleh petani untuk petani dengan dasar swadaya.

kk Bupati Situbondo melalui PJ Sekda, Drs. H. Ahmad Yulianto,M.Si, menyampaikan mengapresiasi yang setinggi tingginya terhadap Kegiatan tribulan, yang di selenggarakan oleh Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya di Kabupaten Situbondo.

D   Dalam kegiatan Triwulan tersebut diharapkan kedepan semua P4S bisa tersertifikasi dan terujikompetensi sesuai dengan amanat Permentan nomor 33 tahun 2026 agar dapat mengembangkan kelembagaan organisasi untuk meningkatkan jejaring, kemitraan,untuk mendorong petani yang berkompeten dan berdaya saing. 

Sabtu, 10 Oktober 2026

Matangkan Setrategi Pelaksanaan Gutanbo KTNA & P4S Gelar Rapat Persiapan

 

fkp4sbojonegoro

Matangkan Strategi Pelaksanaan Butanbo ( Gumregah Tani Bojonegoro Festiwal), Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA) dan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Gelar Rapat Persiapan Demi Sukseskan  Gutanbo.

Bojonegoro, 11 Oktober 2026, Guna memastikan kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Rapat Persiapan KTNA dan P4S Menggelar Rapat Kordinasi Persiapan pelaksanaan Gutanbo,yang akan dilaksanakan oleh DKPP ( Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Rapat di pimpin oleh, Kristianingsih, selaku Ketua KTNA Bojonegoro dan di hadiri 17 pengurus KTNA dan P4S. Dalam sambutan pembukanya.Jika kegiatan pelaksanaan Gutanbo ini sukses berarti sudah sesuai dengan mimpi kita bersama untuk menjadikan bojonegoro menjadi pupuler di bidang pertanian.

“ Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi kita bersama. Oleh karena itu, sinergi, komitmen dan detail persiapan yang matang dari setiap seksi adalah kunci  utama kesuksesan acara kita nanti “ Ujar, Kristianingsih, Pimpinan rapat dalam arahanya.

Agenda utama rapat berfokus pada kesiapan peserta Gutanbo  KTNA & P4S Se-Bojonegoro beserta seksi-seksinya, untuk mematangkan acara tersebut persiapan produk - produk hasil pertanian berupa buah segar maupun hasil pertanian pangan lainya.

Beraneka ragam hasil pertanian di kabupaten bojonegoro akan di tampilkan pada saat kegitan Gutanbo oleh KTNA se-bojonegoro, sedangkan produk pelatihan SDM Pertanian untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan serta kompetensi bagi para petani melenial maupun pemuda tani yang akan di suguhkan oleh Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya P4S.

Berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama, seluruh jajaran pengurus KTNA & P4S menyatakan kesiapannya untuk bergerak cepat merampungkan sisa persiapan yang ada. Tahap berikutnya akan difokuskan pada finalisasi teknis serta simulasi lapangan atau gladi bersih yang dijadwalkan beberapa hari sebelum hari pelaksanaan.

Acara Gutanbo itu sendiri direncanakan akan berlangsung pada tanggal 16 – 18 Oktober 2026 di Alun-alun bojonegoro. Dengan adanya koordinasi yang matang ini, pihak penyelenggara DKPP optimis dapat menyajikan kegiatan yang berkualitas, lancar, dan memberikan dampak positif bagi seluruh peserta yang hadir.

Jumat, 09 Oktober 2026

10 Unid Alat Sensor Birahi Sapi Betina Terpasang di Ustan Mandiri

fkp4sbojonegoro

Efisiensi Reproduksi kini menjadai kunci utama dalam mendongkrak produktifitas sektor peternakan nasional. Salah satu tantangan

Terbesar yang kerap dihadapi peternak sapi potong adalah keterlambatan dalam mendeteksi masa subur atau fases birahi ( estrus) pada sapi betina.jika momentum emas ini terlewat, peternak harus menunggu siklus berikutnya 21 hari kemudian yang berarti pembengkakan biaya pakan dan operasional.

Guna untuk mengatasi persoalan klasik tersebut, BRMP Ruminansia Besar Grati Pasuruan Jumat 9 Oktober 2026 telah memasang 10 unid alat sensor birahi sapi betina di KTT Ustan Mandiri, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, jawa Timur.

Program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri merupakan upaya pemanfaatan teknologi sensor untuk membantu peternak dalam melakukan pemantauan dan deteksi birahi pada sapi secara lebih mudah, efisien, dan terarah. Program ini dikembangkan sebagai salah satu alternatif untuk mendukung pengamatan birahi yang selama ini banyak mengandalkan pengamatan langsung oleh peternak.

Melalui pemanfaatan sensor yang menganalisis pola aktivitas dan perilaku sapi, sistem diharapkan dapat membantu mengidentifikasi perubahan perilaku yang mengindikasikan terjadinya birahi. Hasil deteksi tersebut selanjutnya disampaikan kepada peternak melalui peringatan berupa alarm sehingga peternak dapat segera melakukan pemeriksaan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Tujuan dari program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri tersebut dengan tujuan, membantu peternak dalam memantau aktivitas dan perilaku sapi sebagai dasar pendeteksian birahi.mempermudah proses pengamatan birahi melalui pemanfaatan teknologi sensor yang bekerja secara otomatis.memberikan peringatan dini kepada peternak melalui alarm ketika sistem mendeteksi indikasi birahi pada sapi.mendukung ketepatan penentuan waktu perkawinan atau inseminasi buatan (IB) melalui pengamatan birahi yang lebih terarah.mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan reproduksi ternak untuk mendukung peningkatan efisiensi usaha peternakan.

Sensor birahi bekerja dengan menganalisis basis data aktivitas dan perilaku sapi yang dikumpulkan melalui sensor. Data tersebut digunakan sebagai dasar untuk mengenali pola aktivitas sapi dan mengidentifikasi perubahan yang berpotensi menunjukkan kondisi birahi.

Melalui program Sensor Birahi Sapi Ustan Mandiri, diharapkan tercipta solusi teknologi yang dapat membantu peternak melakukan pemantauan birahi secara lebih praktis dan sistematis. Pengembangan dan evaluasi alat secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan keandalan deteksi sehingga teknologi ini berpotensi diterapkan secara lebih luas sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peternakan.

Ke depan, pemanfaatan teknologi sensor ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pengelolaan reproduksi sapi, mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh peternak, serta berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas usaha peternakan.

Senin, 05 Oktober 2026

Sinergitas Antar Lembaga Organisasi Petani, UMKM,P4S & KTNA Adakan Rapat Kordinasi Persiapan FFD

 

fkp4sbojonegoro

Senin, 5 Oktober 2026 bertempat diP4S ( Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) “ Makmur Asri “ desa Tulungrejo, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, telah dilakukan rapat persiapan FFD ( Farmer Fun  Day) oleh  kedua lembaga pertanian P4S dan KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Se-Bojonegoro.

Pertemuan terbatas tersebut dilakukan untuk mengkomonikasikan serta mempersiapkan strategi pelaksanaan kegiatan FFD yang akan di gelar oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian DKPP akan dilaksanakan pada tanggal 16 -18 Oktober 2026 bertempat di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro.

Kristianingsih Selaku Ketua KTNA sekaligus FK P4S Bojonegoro mengatakan bahwa persiapan pelaksanaan FFD harus didiskusikan dan dibahas bareng-bareng sebagai forum pertemuan ajang tatap muka langsung antara petani, penyuluh pertanian , dan peneliti atau pihak terkait dan Masyarakat.

Rapat yang melibatkan Pegurus 12 orang pengurus UMKM, KTNA dan P4S untuk saling supot kegiatan yang sepetakuler tersebut dengan maksud saling melengkapi dan mengisi setand yang telah di berikan oleh DKPP.

Untuk segala macam makanan siap saji akan di persiapkan dan disediakan oleh para UMKM, Sedangkan produk hasil pertanian pangan segar, seperti  Horti dan tanaman pangan lainya akan di supot oleh KTNA, sedangkan produk pelatihan SDM ( Sumber Daya Manusia) pertanian akan persipkan oleh P4S.

Pertemuan ini sebagai bentuk penguatan senergitas antar Lembaga pertanian dalam membangun komunikasi yang sangat erat antar petani, kelompok tani, pemerintah desa dan instansi pertanian bojonegoro.

Sinergitas

Kamis, 24 September 2026

Dua Kelembagaan Petani P4S dan KTNA Lakukan Kordinasi Program Bersama DKPP Bojonegoro

fkp4sbojonegoro

Bojonegoro, 25, September 2026 Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bersama Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya, (P4S) dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar rapat kordinasi Program Tematik , program sertifikasi Uji Kompetensi instruktur bagi pengelola  P4S serta teknis program  Farmer Field Day (FFD) Hari Temu Lapangan Petani yang akan di laksanakan di tahun 2026.

Pertemuan ini difokuskan untuk penyelarasan program kerja unggulan dari DKPP kerjasama dua kelembagaan untuk  mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal bojonegoro.

Rapat kordinasi ini dihadiri oleh DKPP bidang SDM drh. Elvia Syahrini  & Muhammad Koswoyo, serta  pengurus harian dua Lembaga pertanianan di bojonegoro. Agenda utama pertemuan berpusat pada perencanaan teknis FFD yang melibatkan semua pengelola P4S dan pengurus KTNA.

Rapat Kordinasi berlangsung tiga jam , di Aula pelatihan P4S Gading Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Rapat di pimpin langsung oleh drh. Elvia Syahrini Primadona bidang SDM DKPP Bojonegoro.

Dengan diadakan rencana FFD tersebut untuk memperkenalkan hasil prodak pertanian beserta teknologinya. dari hasil tersebut Dinas memberikan fasilitas berupa setand-setand pameran bagi para pengelola P4S dan KTNA untuk memasarkan hasil produk pertanian masing-masing.


Kamis, 17 September 2026

Mendorong Moderenisasi Pertanian, Petani Melenial Digembleng Jadi Operator Alsintan Handal

fkp4sbojonegoro
DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ) Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Kerjasama dengan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) P4S Makmur Asri, Desa Tulungrejo,Kecamatan Trucuk Bojonegoro, 15 - 17 September 2026 mengadakan pelatihan alsintan untuk petani melenial diwilayah bojonegoro.

Upaya Pemerintah Daerah Kabuapten Bojonegoro melalui dinas ketahanan pangan dan pertanian mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju system yang modern, efisien,dan produktif.Salah satu langkah yang setrategis yang massif dilakukan adalah melalui pelatihan tematik operator alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang menyasar para petani melenial di berbagai Kecamatan sebagai sentra produksi pangan.

Langkah ini di ambil untuk menjawab tantangan nyata di sektor agraria, seperti semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian, tingginya biaya produksi,serta ancaman perubahan iklim. Melalui mekanisasi yang di kendalikan oleh generasi muda, sfisiensi waktu dan hasil panen diharapkan dapat meningkat secara signifikan.

Dalam pelatihan ini, 20 peserta dari 11 kecamatan yang tergabung dalam pelatihan tematik alsintan DKPP Kerjasama P4S Makmur Asri telah dibekali ke ahlian kusus untuk bisa mengoperasikan alsintan. Mereka tidak hanya di ajakan cara mengoperasikaan unit di lapangan, tetapi juga dibekali kemampuan teknis perbengkelan ringan.

Agung Hari Handoko, SE.MM   Kepala Bidang SDM dan Pembiayaan DKPP berharap, setelah di adakan pelatihan alsintan,  akan muncul pemuda petani melenial yang terampil dalam mengoperasikan alat dan mesin pertanian.

Di tempat yang sama, Ketua P4S Makmur Asri, Tri Tugas Luh Untari,  mengungkapkan banyak terima kasih kepada DKPP yang telah mempercayai kami sebagai penyelenggara pelatihan tematik Alsintan. Kami sebagai P4S Makmur Asri berharap pelatihan semacan ini semoga ada kelanjutannya di tahun berikutnya.

Selasa, 15 September 2026

Pembibitan Tanaman Buah Jambu Air, DKPP Bojonegoro Kerjasama P4S Unggul Adakan Pelatihan Tematik Pertanian

 

fkp4sbojonegoro

Bojonegoro,16 September 2026, Dalam Upaya mendorong meningkatkan produktifitas para pemuda tani melenial di kabupaten bojonegoro, DKPP ( Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ) Kerjasama dengan P4S ( Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya ) Unggul Desa Trembes Kecamatan Malo, menggelar pelatihan Tematik Pembibitan tanaman buah.

20 petani melenial dari tujuh kecamatan di antaranya kecamatan Malo, Kalitidu, Trucuk, Kapas, Balen, sukosewu dan Ngraho. mengikuti pelatihan di kebun Agro Unggul Fram Desa Semlaran Kecamatan Malo. Dari 20 peserta tersebut telah mengikuti pelatihan Tematik dengan sangat antusias dari pemahaman materi dan Pratikum cara menyetek,sambung pucuk dan cangkok yang dipragakan langsung oleh instruktur P4S Agro Utama Mandiri.

Agung Hary Handoko,SE.MM, Kepala Bidang SDM dan Pembiayaan mengatakan, bahwa tujuan dari pelatihan tematik tersebut dengan tujuan Untuk pemberdayaan P4S, sebagai lembaga Pusat pelatihan pertanian dan perdesaan swadaya yang  selama ini sebagai mitra pemerintah dalam pelaksanaan pelatihan pertanian.

“ Dengan dilaksanakannya kegiatan Tematik Pertanian ini di lima lokasi P4S para peserta petani melenial dapat menyerap dan menerapkanan berbagai ilmu pertanian dari intruktur yang berkompeten di bidang pertanian” ungkap Kabid.
ditempat yang sama, Ketua P4S Unggul,  Syaifudin, mengatakan’ kegiatan semacam ini sangatlah penting bagi para peserta petani melenial agar petani melenial dapat membuka inspirasi dari hal yang baru.

Dalam sesi praktik, para peserta dipandu langsung oleh ahli agronomi dari P4S Agro Utama Mandiri Kediri, Tarwa Mustopa, mempraktikan bersama peserta untuk melakukan teknik stek, sambung/drafting dan cangkok pada tanaman buah.

Metode ini terbukti mampu mempercepat tubuhnya akar dan menuaian pucuk daun serta memperpendek masa tunggu produktivitas tanaman, sehingga petani bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Pelatihan yang berlangsung secara interaktif ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis para petani melenial, tetapi juga mampu menciptakan sentra bibit tanaman buah unggulan di wilayah tersebut guna menopang ketahanan pangan berbasis lokal secara berkelanjutan.

Tingkatkan SDM Petani, Ketua FK Jatim Dorong P4S Berperan Aktif Sebagai Penyuluh Swadaya

Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan rutin tiga bulan volume yang...