Makanan
olahan dari hasil pertanian sangat penting karena dapat memperpanjang masa
simpan produk, meningkatkan nilai ekonomi, serta mempermudah distribusi pangan
ke berbagai wilayah. Tanpa adanya proses
pengolahan, banyak hasil panen segar yang akan cepat membusuk dan terbuang
sia-sia, terutama saat terjadi panen raya.
Terobosan yang sangat bagus yang di lakukan oleh Pemerintah
Daerah Kabupaten Bojonegoro lewat Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian,
Memberdayakan para petani dengan pelatihan olahan pangan dari hasil pertanian
dan Perkebunan seperti olahan singkong menjadi renginang dengan rasa khass
bojonegoro.
Dengan sestem ini petani akan mendapatkan tambahan
ekonomini dari bahan -bahan hasil pertanian mereka sendiri dengan inovasi cara
mengolah bahan tersebut menjadi produk yang berkualitas dan berdaya saing kuat
di pasar.
Hal tersebut, DKPP mengandeng P4S (Pusat Pelatihan
Pertanian dan Perdesaan Swadaya) “ Gading “yang berkompeten di bidang olahan
hasil pertanian untuk memberi pelatihan kepada tiga kelompok KWT (Kelompok Tani
Wanita) yang berada di Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.
KWT tersebut di antara lain adalah KWT Desa Guyangan,
Padang dan Mori yang di hadiri 45 peserta dari ketiga kelompok.
Kepala BPK (Bidang Ketahanan Pangan), Ridwan Mahmud SP.M.MA. mengatakan bahwa di adakan
pelatihan tersebut untuk memanfaatkan potensi pertanian yang sangat melimpah dan
memberikan ilmu ketrampilan bagi peserta pelatihan untuk di tindak lanjuti di
desanya masing masing.
Sementara itu Narasumber dari P4S Gading, Kristianingsih,
telah mempragakan Bersama cara memproses bahan singkong mentah menjadi sebuah
produk yang sangat menarik dan bernilau jual tinggi di pasaran yakni mejadi Renginang
Singkong.
Pelatan ini di laksanakan oleh DKPP pada hari rabu 10
juni 2026 d, bertempat di balai desa Guyangan Kecamatan Trucuk Kabupaten
Bojonegoro Jawa Timur.

