P4S Djoyo Tani, yang berlamat di Desa Bendo,Rt,23 Rw 02 Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa
Timur telah berhasil membudidayakan tanaman sayur selada jenis “ Junction”
dengan system hidropinik.. Pusat pelatihan pertanian dan pedesaan swadaya tersebut satu satunya P4S di bojonegoro yang
bergerak di komoditi bidang Hortikultura berupa tomat, selada,cabe,
melon,singkong dan sayur mayur.
Minggu pertama di bulan agustus tepatnya hari selasa, 5 agustus
2025, tanaman hortikultura yang dibudidayakan berupa selada dengan media tanam
hidroponik milik , P4S Djoyo Tani berhasil dipanen setiap minggunya.
Selada jenis "Junction" atau yang sering disebut
juga "Jonction" adalah jenis selada Batavia yang berasal dari Belanda
dan diproduksi oleh Rijk Zwaan (RZ). Selada Junction memiliki ciri khas daun
yang keriting atau bergelombang, berwarna hijau terang, dan berukuran lebih
pendek dari selada Batavia pada umumnya. Selada ini juga dikenal tahan lama dan
mudah dibudidayakan, baik secara konvensional maupun hidroponik.
Faqul Ilma, telah memanen selada yang telah dibudidayakan mencapai
1 kwintal perminggunya dengan luas lahan 350 meter persegi dan jumlah tanaman
5000 batang pohon dengan metode panen tanam di media hidroponik.
Dengan rata-rata Rp. 20.000 – 25.000 perkilo, maka pendapatan pendapatan Djoyo
Tani di komoditi selada mencapai Rp.2.000.000 – 2.500.000.
“ Maslah penjualan saya enggak kawatir sih mas, karena sudah
punya langanan tetap” kata pemuda asal desa Bendo Rt, 23 / 02 kapas. “ setiap
minggu sudah diambil sama tengkulak baik rumah makan, cattering maupun Outlet outlet
kecil di bojonegoro “ imbuhnya, saat di temui oleh fkp4sbojonegoro.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar